Akankah Material Untuk Produksi Kertas Bersaing Dengan Bioenergy?
yang sama yakni kayu. Saat ini hampir sebagian besar wood pellet di Indonesia
dan Asia Tenggara masih menggunakan limbah-limbah kayu seperti serbuk gergaji
sebagai sumber bahan baku, sedangkan pabrik kertas menggunakan kayu-kayu dari
perkebunan mereka sendiri seperti hutan akasia. Dengan kondisi seperti ini saja
bahwa bahan baku kedua jenis industri tersebut sudah berbeda jalurnya sehingga
tidak terjadi kompetisi. Bahkan industri kertas hanya menggunakan kayu
berdiameter besar yakni 8 cm ke atas sehingga kayu dengan berdiameter kecil
yakni kurang dari 8 cm bisa untuk produksi bioenergy seperti arang, wood pellet
atau wood briquette.
Kebutuhan kertas sepertinya tidak banyak mengalami peningkatan sehingga
produksi kertas cenderung stabil bahkan terjadi penurunan. Hal itu terjadi
karena era teknologi informasi sehingga penggunaan kertas tergantikan media
elektronik, penggunaan kertas daur ulang dan kondisi pandemi akhir-akhir ini.
Hal tersebut tentu saja membuat penggunaan kayu sebagai bahan baku kertas
cenderung stabil bahkan berkurang. Berbeda dengan bioenergy khususnya wood
pellet, dengan semakin banyaknya biomasa khususnya kayu sebagai energi
terbarukan maka kebutuhannya terus meningkat. Tetapi kualitas kayu yang
dibutuhkan untuk wood pellet juga dibawah daripada kualitas kayu untuk produksi
kertas. Luasnya lahan di Indonesia juga sangat memungkinkan untuk produksi wood
pellet dari kebun-kebun energi. Produksi wood pellet Indonesia saat ini juga
masih kecil yakni diperkirakan kurang dari 200 ribu ton per tahunnya.
Produksi wood pellet selalu menggunakan kayu limbah ataupun kayu-kayu
seharga kayu limbah. Kayu-kayu dari kebun energi seperti kaliandra dan
gliricidia (gamal) adalah kayu-kayu murah seharga kayu limbah tersebut sehingga
bisa dipergunakan untuk produksi wood pellet tersebut. Produktivitas kayu yang
tinggi menjadi tujuan utama untuk kebun energi tersebut, bahkan kebun energi
tersebut mengandalkan trubusan (coppice) untuk memaksimalkan produksi kayu
kebun energi. Keuntungan lain dari kebun energi atau kebun biomasa adalah bisa
diintegrasikan dengan usaha peternakan, untuk lebih detail bisa dibaca disini.
Sedangkan kayu untuk produksi kertas selalu menggunakan kebun atau hutan kayu
seperti akasia atau eucalyptus. Hal inilah yang membuat kebutuhan bahan untuk
kertas dan bioenergy khususnya wood pellet tidak saling berkompetisi. Sedangkan
di negara seperti Kanada yang menggunakan jenis kayu yang sama yakni pinus
untuk produksi kertas dan wood pellet, memang ketika lonjakan atau kenaikkan drastis
untuk wood pellet maka kompetisi kayu dengan bahan baku untuk kertas menjadi
tidak bisa dihindari. Kanada saat ini termasuk produsen utama dunia dengan
kapasitas produksi mencapai 3,9 juta ton per tahun.



Komentar
Posting Komentar