Pemanfaatan Limbah Kayu Penyumbat Aliran Sungai Sebagai Bahan Bakar Biomasa

 Banyaknya sampah di aliran sungai tentu akan sangat mengganggu kelancaran
aliran sungai tersebut. Sampah tersebut bisa menyebabkan bencana berupa banjir
ketika aliran sungai tersebut tersumbat, sehingga luapan air akan menggenangi
daerah sekitar sungai tersebut. Pembersihan aliran sungai dari sampah-sampah
tersebut adalah hal penting dilakukan untuk mencegah bencana banjir tersebut.
Limbah-limbah kayu bisa dipisahkan atau dipilah dari sampah penyumbat aliran
sungai tersebut dan selanjutnya bisa diolah menjadi bahan bakar biomasa. Bahan
bakar biomasa apa yang bisa diproduksi ? Hal tersebut bisa terkait dengan
sejumlah hal seperti jenis limbah kayu yang tersedia, volume, pengguna dan
jarak dengan pengguna. 




Wood chip adalah produk paling sederhana dari pengolahan limbah kayu
tersebut yang bisa diproduksi jika jarak dengan pengguna tidak jauh. Wood chip
memiliki bulk density yang rendah sehingga akan membuat biaya transportasi
mahal untuk jarak jauh. Untuk bisa ekonomis pada jarak jauh maka limbah kayu
tersebut harus diolah dengan teknologi pemadatan (densification) sehingga
dihasilkan produk berupa pellet atau briquette. Pembriketan lebih
direkomendasikan produksi pellet untuk pemanfaatan limbah kayu tersebut. Hal
tersebut karena pembriketan secara teknis lebih mudah dan juga biaya produksi
lebih murah. Pembriketan dengan teknolologi mechanical press akan menghasilkan
briquette untuk kebutuhan industri seperti bahan bakar tungku dan boiler. Bahan
bakar biomasa seperti limbah kayu tersebut pada dasarnya juga bahan bakar
terbarukan dan ramah lingkungan, karena berasal dari tumbuh-tumbuhan atau
pepohonan. 


Dengan pemanfaatan limbah-limbah kayu yang menyumbat aliran sungai tersebut
maka aliran sungai menjadi lancar dan terhindar dari bencana banjir.
Limbah-limbah lain bisa dipilah yang selanjutnya bisa didaur ulang, diolah lanjut
ataupun hanya ditimbun. Tingginya pencemaran sungai juga berakibat tingginya
pencemaran laut. Bahkan Indonesia mendapat peringkat no 2 di dunia dalam
pencemaran plastik di laut. Tentu saja hal ini perlu dikurangi sehingga
perairan kita menjadi bersih dari pencemaran. Memulai dari yang paling mudah
dan sederhana seperti pemanfaatan limbah kayu tersebut sebagai bagian dari
solusi mengatasi pencemaran tersebut. 

Komentar

Popular post