Cara Menghindari Penyakit Pikun
Cara Menghindari Penyakit Pikun - INGIN TERHINDAR DARI PENYAKIT PIKUN?? PERBANYAKLAH MEMBACA ..!Bismillahir-Rahmaanir-Rahim..
Membaca adalah kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat karena dengan
membaca pengetahuan kita akan bertambah. Baik itu pengetahuan yang
berhubungan dengan keilmuan maupun hanya sekedar berita atau informasi.
Di samping itu menurut para ahli bahwa dengan banyak membaca maka
kita akan terlepas dari penyakit otak. Seorang peneliti dari Henry Ford
Health System, Dr. C. Edward Coffey, membuktikan bahwa hanya dengan membaca buku seseorang akan terhindar dari penyakit “Demensia”.
Demensia adalah penyakit yang merusak jaringan otak.
Apabila terkena demensia, bisa dipastikan seseorang akan sulit
terhindar dari kepikunan. Hal ini terjadi karena membaca dapat
menciptakan semacam lapisan penyangga yang melindungi dan mengganti
perubahan otak.
Riset-riset otak mutakhir telah menemukan manfaat membaca dalam
menumbuhkan dendrit, salah satu komponen sel saraf otak atau neuron.
Membaca kata-kata baru dapat merangsang otak, karena otak suka akan
tantangan dan hal-hal baru. Kegiatan membaca adalah kegiatan yang penuh
tantangan dan senantiasa membawa seseorang untuk memasuki wilayah baru.
Diakui atau tidak, banyak orang pintar dan cerdas disebabkan dari
rajin membaca. Membaca juga bisa membuat orang lebih dewasa. Dewasa di
sini artinya memiliki pola pikir yang tidak lagi kekanak-kanakan.
Dengan membaca, orang bisa memandang setiap permasalahan hidup bukan
sebagai beban, namun tantangan yang harus diselesaikan. Permasalahan
dalam kehidupan tidak dipandang hanya dari satu sisi, tetapi dari
berbagai sisi. Orang yang memandang permasalahan hidup dari berbagai
sisi biasanya lebih bijaksana dan arif dalam menjalani kehidupan.
Akan tetapi sungguh sangat disayangkan bahwa minat membaca dari masyarakat Indonesia masih rendah. Taufiq Ismail
seorang sastrawan Indonesia yang terkenal mengatakan bahwa. “Kita telah
menjadi bangsa yang rabun membaca buku dan lumpuh menulis”.
Ungkapan ini tentunya punya alasan yang sangat kuat. Dan, benar
adanya, persoalan kita adalah minat baca yang rendah. Jika ditawari buku
bacaan, tidak sedikit dari kita yang menolak dengan alasan tidak punya
waktu untuk membaca. Masyarakat kita lebih menyukai media televisi dari
pada buku.
Padahal Jordan E. Ayan juga
menyebutkan bahwa televisi masih amat ketinggalan dibandingkan dengan
buku. Televisi merupakan “media pasif” yang tidak mengajak kita
berpartisipasi dalam belajar atau berpikir kreatif. Namun hal informasi
ini tidak sampai kepada kita karena kita kurang membaca.
Sangat berbeda dengan budaya membaca masyarakat Jepang dan
negara-negara maju lainnya. Ke mana-mana mereka selalu membawa buku
bacaan. Jika ada waktu luang mereka mengisinya dengan membaca. Sehingga
tidak mengherankan jika ilmu pengetahuan mereka lebih maju daripada
kita.
Masyarakat Indonesia lebih senang ngerumpi dan berbudaya lisan. Lebih
banyak ngelamun-nya ketimbang melakukan aktivitas membaca. Hal tersebut
bisa kita saksikan dari perilaku kita sendiri maupun orang-orang di
sekeliling kita.
Padahal banyak waktu luang yang bisa kita manfaatkan untuk membaca.
Misalnya ketika sedang menunggu keberangkatan pesawat, di halte,
terminal, bahkan bagi orang yang tidak memiliki gangguan kesehatan jika
membaca di atas kendaraan, bisa memanfaatkan waktunya untuk membaca.
Lima menit membaca sudah bisa menambah wawasan pengetahuan kita. Kita
bisa membangun motivasi dalam diri kita dengan memperbanyak membaca
termasuk membaca biografi orang-orang sukses.
Salah seorang Doktor dari Arab Saudi yang bernama Dr. Aidh Al Qarni dalam bukunys ”Laa Tahzan” (Jangan bersedih) menulis 10 manfaat membaca :
1. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan
2. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja
3. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata
4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir
5. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan mengingkatkan memori dalam pemahaman
6. Dengan sering membaca seseorang dapat mengambil manfaat dari
pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan
kecerdasan para sarjana
7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya,
baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk
mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya di dalam hidup
8. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat
9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari
keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia,. Dengan sering
membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai
model kalimat
10. Lebih lanjut lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk
menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis di antara baris
demi baris (memahami apa yang tersirat).
Dari beberapa penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa
membiasakan diri untuk selalu membaca akan mendatangkan manfaat yang
sangat besar. Bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk orang lain
asal kita mau berbagi ilmu dengan mereka. Karena itu saya mengajak
kepada pembaca sekalian untuk menghidupkan budaya membaca ini di mana
saja dan kapan saja ada waktu untuk membaca.
(Kutipan dari berbagai sumber dengan beberapa tambahan dan perubahan …)
Wallahua’lam bish Shawwab ….
Barakallahufikum ….
..Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci..
Salam santun dan keep istiqomah …
— Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini
… Itu hanyalah dari kami … dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan …
—-
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya..
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
———————————————————
Salam Ukhuwah.
Komentar
Posting Komentar