Alasan Nabi Sangat Sayang Terhadap Kucing, Fakta Ilmiah Berbicara



Alasan Nabi Sangat Sayang Terhadap Kucing, Fakta Ilmiah Berbicara (¯`✿


Banyak kisah2 ttg kucing (karena kucing memang binatang yang banyak
berkeliaran disekitar manusia). Bahkan nabi juga memiliki kucing
peliharaan setiap Nabi menerima tamu di rumah, nabi SELALU ngegendong
mueeza (nama kucingnya) dan ditaruh dipahanya.

Salah satu sifat Mueeza yang paling nabi demen : ‘Mueeza selalu
mengeong ketika mendengar azan,

seolah-olah ngeongnya seperti ngikutin
lantunan suara adzan’

Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Terus, pernah juga nabi mau ngambil jubahnya, eh ada Muezza lagi bobo
diatasnya.. Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri mueeza dari
jubahnya supaya ga ngebangunin Muezza.

Pas Nabi pulang kerumah, Muezza terbangun dan merunduk kepada majikannya.

Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan kucing itu

Pertanyaan :

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis.

Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis?

Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?



Kesuperistimewaan dari KUCING :

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri.

Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang
runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji.
Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum,
tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah
kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih,
permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan
bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur
bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot
manusia.

Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan
di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara
keseluruhan. Ia lebih bersih dari manusia.

Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadis Kabsyah binti Ka’bbin Malik
menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu
ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang
ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu
heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh
bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di
rumah (binatang rumahan),” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan
Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.

Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku kedalam
bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju
bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu,
Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi
ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing
termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak
ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang
menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun,
ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia
memberikan isyarat untuk menaruhnya.

Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia
melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian
yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya. Rasulullah Saw bersabda,
“Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat
Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing, (HR Al Baihaqi, Abd
Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatk dari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain.
Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas
dari sisa makanannya suci.

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi, dengkuran kucing yang 50Hz
baik buat kesehatan, selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan
tingkat stress.

» ツ Hadis Shahih ツ «

Komentar

Popular post